Torang samua basodara ; Podho dulur ojo tawur..

“Torang samua basodara” ; -mohon maaf jika ejaan salah- setidaknya ungkapan itu yang pertama kali saya dengar ketika baru saja menginjakkan di Bandara Sam Ratulangi Menado beberapa waktu yang lalu. Ya, saat itu saya ada di bumi Sulawesi Utara, setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari Jakarta. Si empunya rumah seorang Kolonel yang mengundang saya kesana langsung mengajak saya ke salah satu restoran di kota tersebut. Restoran “Malioboro” masih melekat diingatan saya nama restoran tersebut. Spontan “Dan, — beliau biasa dipanggil Komandan– mohon maaf sekarang kita di Jogja atau Menado?” penuh tanya. “Ah loe Jal bisa aja, dimanapun kita berada, kita tetap di Indonesia khan? Kecuali besok pagi kalau kita ke Filipina, loe gak bisa cari bubur Menado disana.”

Setelah sekarang mencoba untuk “homy” di Balikpapan, nuansa dari daerah tertentu juga masih terasa & teringat, seperti ketika dua malam yang lalu saya mencoba makan “Rawon Setan” dibilangan MT Haryono. Walaupun beda, tapi saya masih menikmati “rawon setan” asli yang pernah saya rasakan di depan Hotel JW Marriot Surabaya. Demikian pula ketika kemarin malam saya diajak makan di Open House Restoran, disajikan sambal dabu-dabu khas Menado, sebagai pelengkap sajian ikan bakar hingga “tempe mendoan” makanan khas anak kost. Walaupun serasa ada yang hilang ketika di Balikpapan saat ini saya tidak bisa menikmati “Gudeg Ceker” khas Jogja lagi..

By the way, tak terbayang frase dari bahasa daerah tersebut jika bisa kita aplikasikan bersama di negeri ini, tentunya kita tidak akan mendengar kata-kata perang saudara, kerusahan etnis, perselisihan yang terkait SARA, perang antar kampung, atau mungkin sampai sengketa hasil Pilkada yang sekarang selalu mengisi lembar berita berbagai media massa. Entah dari mana saja faktor pemicunya, tapi menurut saya, saat ini kita sudah kurang merasa bahwa kita semua masih bersaudara, kalau lebih ekstrim lagi mungkin bisa dikatakan kita sudah sibuk dengan urusan perut masing-masing. Sudahlah, tidak perlu mencari kambing hitamnya, bukankah betapa nikmatnya ketika kita bisa makan bersama di atas hamparan daun pisang lebar disebuah rumah panjang -Lamin- seperti yang saya nikmati di Hulu Sungai Kayan pedalaman Kalimantan, saat itu semua merasa kita senasib, ada porsi-porsi yang sesuai dengan kemampuan, tidak ada perebutan ini itu.

Tulisan ini tentu saja sebuah bagian terkecil dari suara hati semua orang yang sangat mencintai kehidupan yang harmonis, yang penuh dengan persaudaraan, dengan tetap memberikan perhatian kepada siapa yang berada di depan, di belakang, di samping, di atas dan bahkan di bawah kita.

Sampun nggih, podho dulur ojo tawur..

4 responses to “Torang samua basodara ; Podho dulur ojo tawur..

  1. Assalamualaikum…
    wah ngomong makanan jadi laper nih bos. kebetulan anti ini penjajah kuliner…bicara jogja jd kangen ama lele balurnya+gudeg dll…bicara surabaya jadi kangen rujak cingur….jadi kesimpulannya LAPAAAAAAAAARRRRR🙂
    dari ‘makanan’ bisa tercipta kedamaian ?????
    wah emang betul tuh. setuju banget…

  2. @atisatya
    sudaah… sikat saja… hehehe…😀

    @mas rijal
    salam kenal mas, artikelnya menarik!
    btw, darimana?

  3. salam kenal mas rijal….

    btw mas rijal berbakat juga jadi pakar pengamat kuliner…hehehehhe

    emang hidup berdampingan tuh lbih enak….

  4. salam kenal sedulur mas rijal……..
    waduh menarik tuch tentang kulinernya,
    ngomong-ngomong makanan di balikpapan nich
    ada ga “sego kucing”…??
    kata temennya istrinya saudara nenekku,klo pengen itu jangan dipendam……
    aliazzz nyidam,heheheheeeeeeeeeee…
    klo ada kabarin yahhhh…
    trims,salam sedulur…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s